Museum Adityawarman ‘Berdandan’ dengan Studio 3 Dimensi!!

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Warga mengunjungi Museum Adityawarman, Jalan Diponegoro, Minggu (5/6/2011). Museum yang bergaya arsitektur rumah gadang ini, menampilkan koleksi pernik adat minangkabau.

PADANG, KOMPAS.com – Pengelola Museum Adityawarman Padang menargetkan 100 ribu pengunjung sepanjang tahun 2012. Untuk mewujudkan hal itu, Kepala Museum Adityawarman, Muasri mengatakan, pihak museum melakukan revitalisasi dan menambah beberapa fasilitas baru untuk menambah kenyamanan pengunjung.

Muasri mengatakan, fasilitas terbaru museum saat ini adalah studio tiga dimensi guna memamerkan koleksi yang dimiliki secara audio visual kepada pengunjung. Studio mini tiga dimensi tersebut merupakan yang pertama di Indonesia dan setiap pengunjung akan dapat menyaksikan koleksi yang dimiliki melalui layar yang disediakan serta memperoleh penjelasan yang lebih detil.

Jika selama ini masyarakat yang berkunjung hanya menyaksikan langsung koleksi dan benda-benda serta penjelasan yang sifatnya tertulis, maka pengunjung bisa mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap melalui studio mini tersebut.

Muasri mencontohkan, ketika pengunjung hendak melihat koleksi pakaian adat Minangkabau, di studio tersebut, pengunjung akan memperoleh penjelasan mengenai latar belakang dan sejarah serta gambaran audio visual.

“Dengan demikian pemahaman pengunjung terhadap benda-benda serta koleksi yang dimiliki akan lebih utuh serta lebih mudah dipahami,” katanya di Padang, Kamis (23/8/2012).

Pengunjung juga bisa mengakses internet melalui fasilitas wifi sambil bersantai dengan fasilitas tempat duduk dan ketersediaan arus listrik. Tidak hanya itu, museum juga merencanakan aktraksi budaya untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke museum.

Dengan semakin lengkapnya sarana dan fasilitas penunjang, Muasri berharap jumlah pengunjung akan meningkat dan program gerakan cinta museum bisa berjalan lancar.

Museum Adityawarman juga menggandeng Dinas Pendidikan Kota Padang untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar mau melakukan kunjungan rutin ke museum sebagai salah satu proses pembelajaran. Hingga Juli 2012, pihak museum mencatat jumlah pengunjung mencapai 45.000 orang. Setelah ini, Muasri optimistis jumlah pengunjung mencapai 100 ribu orang.

Sumber :
Editor :
Caroline Damanik
Categories: Travelling rumah adat | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: